
Bagi Daldin, tumbuhan bajakah bukan lagi sekadar mitos belaka. Sejak pertama kali ia melihat langsung manfaatnya, keyakinannya terhadap tanaman asli Kalimantan ini semakin kuat. Semua berawal dari kondisi sang ibu yang didiagnosis menderita kanker. Dokter sudah angkat tangan, dan berbagai pengobatan modern yang dijalani tak kunjung membuahkan hasil.
Dalam keputusasaannya, Daldin mendengar informasi tentang khasiat bajakah. Dengan modal nekat dan harapan yang hampir pupus, ia mencoba meracik sendiri ramuan dari batang tanaman tersebut untuk ibunya. Tak disangka, reaksi positif mulai terlihat. Kondisi sang ibu berangsur membaik, dan setelah beberapa waktu menjalani pengobatan tradisional ini, penyakit kanker yang dideritanya dinyatakan sembuh.
Pengalaman pribadi inilah yang kemudian mendorong Daldin untuk terus meneliti dan mengembangkan potensi bajakah. Baginya, tanaman ini bukan hanya warisan leluhur, tetapi juga bukti nyata bahwa alam menyediakan solusi bagi penyakit yang selama ini dianggap mematikan. Kisah Daldin dan ibunya kini menjadi inspirasi bagi banyak orang yang tengah berjuang melawan kanker, sekaligus membuka mata publik akan kekayaan hayati Indonesia yang luar biasa.
