
Berbagai pertanyaan bermunculan setelah seorang tokoh publik, Aiman, mengungkapkan potensi tanaman bajakah dalam mengobati kanker. Ribuan pertanyaan diajukan oleh masyarakat yang penasaran dengan klaim khasiat tanaman asli Kalimantan tersebut.
Menanggapi hal itu, Aiman menegaskan bahwa meskipun terdapat indikasi awal yang menjanjikan, masih diperlukan penelitian ilmiah yang lebih mendalam untuk memastikan efektivitas dan keamanan bajakah sebagai terapi kanker. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak serta-merta percaya pada klaim yang belum teruji secara klinis.
“Saya sangat berterima kasih atas antusiasme masyarakat. Namun, kita harus tetap berhati-hati. Penelitian lebih lanjut sangat penting untuk memvalidasi temuan awal ini,” ujar Aiman dalam pernyataannya.
Bajakah, yang selama ini dikenal sebagai tanaman obat tradisional, mulai menarik perhatian setelah sebuah studi menunjukkan potensinya dalam menghambat pertumbuhan sel kanker. Namun, para ahli menekankan bahwa hasil laboratorium belum cukup untuk dijadikan rekomendasi medis.
Untuk itu, Aiman mendorong agar dilakukan uji klinis yang ketat guna memastikan dosis yang tepat, efek samping, dan interaksi dengan obat-obatan lain. Ia berharap penelitian ini dapat membuka jalan bagi pengembangan obat kanker yang lebih alami dan terjangkau.
