
Di tengah hiruk-pikuk pasar tradisional Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, popularitas kayu bajakah kian meroket. Tanaman yang dikenal sebagai penawar kanker ini tengah menjadi buruan para pembeli karena khasiatnya yang dipercaya mampu membantu penyembuhan berbagai penyakit.
Pedagang setempat mengungkapkan bahwa permintaan terhadap kayu bajakah terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Banyak warga datang dari berbagai daerah untuk membelinya, baik dalam bentuk segar maupun olahan seperti serbuk atau seduhan siap minum.
Khasiat dan Cara Konsumsi
Bajakah, yang tumbuh liar di hutan Kalimantan, telah lama digunakan oleh masyarakat adat sebagai obat tradisional. Kandungan antioksidannya yang tinggi disebut-sebut mampu melawan sel kanker serta meningkatkan daya tahan tubuh. Meski demikian, para ahli mengingatkan agar penggunaannya tetap dikonsultasikan dengan tenaga medis.
Cara pengolahan yang umum adalah dengan merebus potongan kayu bajakah hingga airnya berwarna kemerahan, lalu diminum secara rutin. Beberapa penjual juga sudah menyediakan produk dalam kemasan sachet untuk memudahkan konsumen.
Dampak Ekonomi Lokal
Melonjaknya minat terhadap bajakah turut menggerakkan perekonomian masyarakat setempat. Para perambah hutan, pengumpul, hingga pedagang kecil merasakan manfaat dari tren ini. Namun, keprihatinan juga muncul terkait kelestarian tanaman tersebut jika pemanenan dilakukan secara berlebihan tanpa pengelolaan yang bijak.
Pemerintah daerah diharapkan segera mengambil langkah untuk mengatur perdagangan dan budidaya bajakah agar tetap lestari. Edukasi kepada masyarakat mengenai pemanfaatan yang tepat juga menjadi kunci agar khasiatnya bisa dinikmati secara berkelanjutan.
