
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) segera menindaklanjuti hasil riset mengenai potensi obat kanker yang berasal dari tanaman bajakah tunggal. Langkah ini diwujudkan melalui rapat koordinasi (rakor) yang digelar secara khusus untuk membahas pengembangan lebih lanjut dari temuan tersebut.
Dalam rakor tersebut, berbagai pihak terkait diundang untuk berdiskusi dan merumuskan strategi agar penelitian ini bisa membawa manfaat nyata bagi masyarakat. Tanaman bajakah, yang dikenal sebagai tumbuhan khas Kalimantan, telah lama digunakan secara tradisional dan kini mulai dilirik oleh dunia ilmiah karena kandungan senyawa aktifnya yang berpotensi melawan sel kanker.
Pemprov Kalteng berkomitmen untuk mendukung penuh proses penelitian ini, mulai dari tahap uji klinis hingga kemungkinan produksi massal di masa depan. Diharapkan, temuan ini tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga memberikan solusi pengobatan alternatif yang lebih terjangkau bagi pasien kanker di Indonesia.
