Kayu Bajakah Disulap Jadi Hand Sanitizer: Berikut Tahapan Pembuatannya

Home blog Kayu Bajakah Disulap Jadi Hand Sanitizer: Berikut Tahapan Pembuatannya
Kayu Bajakah Disulap Jadi Hand Sanitizer: Berikut Tahapan Pembuatannya
Kayu Bajakah Disulap Jadi Hand Sanitizer: Berikut Tahapan Pembuatannya

Kayu bajakah, tanaman khas Kalimantan yang selama ini dikenal memiliki beragam khasiat untuk kesehatan, kini mendapat sentuhan inovasi baru. Tanaman tersebut diolah menjadi hand sanitizer atau pembersih tangan yang praktis dan alami. Langkah ini menjadi alternatif menarik di tengah meningkatnya kebutuhan akan produk antiseptik, terutama sejak pandemi melanda.

Apa Itu Kayu Bajakah?

Kayu bajakah adalah tumbuhan liar yang banyak ditemukan di hutan-hutan Kalimantan. Secara tradisional, masyarakat setempat telah memanfaatkannya sebagai obat herbal untuk berbagai penyakit. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kayu bajakah mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, saponin, dan tanin yang bersifat antibakteri dan antioksidan. Kandungan inilah yang kemudian menjadi dasar penggunaannya sebagai bahan baku hand sanitizer.

Proses Pengolahan Kayu Bajakah Menjadi Hand Sanitizer

Mengubah kayu bajakah menjadi hand sanitizer memerlukan beberapa tahapan yang cermat. Berikut adalah langkah-langkah umum yang dilakukan dalam proses pembuatannya:

1. Persiapan Bahan Baku

Kayu bajakah yang digunakan harus dalam kondisi kering dan bersih. Kayu tersebut dipotong kecil-kecil atau ditumbuk halus untuk memperluas permukaan sehingga memudahkan proses ekstraksi.

2. Ekstraksi Senyawa Aktif

Potongan kayu bajakah kemudian diekstraksi menggunakan pelarut seperti etanol atau air. Proses ini bertujuan untuk menarik senyawa aktif seperti flavonoid dan tanin yang berperan sebagai antibakteri. Ekstraksi biasanya dilakukan dengan metode maserasi atau perebusan selama beberapa jam.

3. Pemekatan Ekstrak

Hasil ekstraksi kemudian dipekatkan dengan cara evaporasi atau penguapan pelarut pada suhu rendah. Tujuannya untuk mendapatkan konsentrat ekstrak yang lebih kental dan kaya akan zat aktif.

4. Formulasi Hand Sanitizer

Ekstrak pekat kayu bajakah kemudian dicampur dengan bahan lain seperti alkohol (etanol 60-70%), gliserin sebagai pelembap, dan air murni. Perbandingan komposisi disesuaikan agar menghasilkan hand sanitizer dengan efektivitas membunuh kuman namun tetap aman untuk kulit. Campuran ini diaduk hingga homogen.

5. Pengemasan

Hand sanitizer yang sudah jadi kemudian dimasukkan ke dalam botol atau kemasan kecil yang praktis. Sebelum didistribusikan, produk diuji kualitasnya untuk memastikan kandungan alkohol dan ekstrak berada pada kadar yang sesuai standar.

Manfaat dan Keunggulan

Penggunaan hand sanitizer dari kayu bajakah menawarkan beberapa keuntungan. Selain efektif membersihkan tangan dari kuman, produk ini juga mengandung senyawa alami yang dapat membantu menjaga kesehatan kulit. Dibandingkan hand sanitizer berbahan kimia murni, produk ini dinilai lebih ramah lingkungan dan memiliki nilai tambah dari sisi pemanfaatan sumber daya alam lokal.

Inovasi ini membuktikan bahwa kekayaan alam Indonesia, khususnya kayu bajakah, dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Diharapkan ke depannya, pengembangan produk semacam ini dapat terus didorong untuk mendukung kemandirian bahan baku kesehatan nasional.

Kayu Bajakah Disulap Jadi Hand Sanitizer: Berikut Tahapan Pembuatannya
Kayu Bajakah Disulap Jadi Hand Sanitizer: Berikut Tahapan Pembuatannya