
Selama ini, kita mengenal bajakah sebagai tanaman herbal yang dipercaya mampu melawan kanker. Namun, tahukah Anda bahwa khasiat luar biasa dari tumbuhan asal Kalimantan Tengah ini ternyata juga diketahui oleh orangutan? Sebuah temuan menarik mengungkap bahwa primata cerdas ini secara alami memanfaatkan bajakah untuk menjaga kesehatannya.
Bajakah, yang dikenal dengan nama ilmiah Spatholobus littoralis, telah lama digunakan oleh masyarakat Dayak sebagai obat tradisional. Penelitian modern pun mulai membuktikan kandungan antioksidan dan antikankernya yang tinggi. Kini, perilaku orangutan yang kerap mengonsumsi tanaman ini menjadi bukti alami bahwa khasiat bajakah memang nyata.
Para peneliti mengamati bahwa orangutan di habitat aslinya, hutan Kalimantan, secara sengaja mencari dan memakan bagian tertentu dari tanaman bajakah. Ini menunjukkan bahwa hewan tersebut memiliki pengetahuan bawaan atau yang dipelajari tentang obat-obatan alami di lingkungannya. Fenomena ini dikenal sebagai zoopharmacognosy, yaitu kemampuan hewan untuk memilih dan menggunakan tumbuhan sebagai pengobatan.
Temuan ini semakin memperkuat potensi bajakah sebagai sumber senyawa bioaktif untuk pengembangan obat kanker. Namun, para ahli juga mengingatkan agar kita tidak serta-merta mengeksploitasi tanaman ini secara berlebihan. Pelestarian habitat orangutan dan tumbuhan bajakah harus berjalan seiring agar manfaatnya bisa terus dirasakan oleh manusia dan satwa liar.
Maka, di balik popularitasnya sebagai ‘tanaman ajaib’ penyembuh kanker, bajakah ternyata memiliki cerita yang lebih dalam: ikatan antara manusia, alam, dan satwa yang saling bergantung. Orangutan, dengan instingnya, telah mengajarkan kita bahwa solusi kesehatan terkadang sudah tersedia di alam, tinggal bagaimana kita menjaganya.
