
BKSDA atau Balai Konservasi Sumber Daya Alam saat ini tengah memperketat pengawasan di lapangan terkait maraknya aksi perburuan kayu bajakah. Tumbuhan yang dikenal memiliki khasiat obat ini menjadi incaran karena nilai ekonominya yang tinggi.
Menurut informasi yang dihimpun, praktik pengambilan kayu bajakah secara ilegal kian meresahkan. BKSDA bergerak cepat untuk memonitor titik-titik rawan di kawasan hutan guna mencegah eksploitasi berlebihan yang dapat mengancam kelestarian spesies tersebut.
Langkah ini diambil setelah adanya laporan dari masyarakat dan hasil patroli rutin yang menunjukkan peningkatan aktivitas penebangan liar. BKSDA mengimbau masyarakat untuk tidak sembarangan mengambil kayu bajakah tanpa izin resmi, karena selain melanggar hukum, tindakan ini juga merusak ekosistem hutan.
Pengawasan akan terus diperkuat dengan melibatkan pihak kepolisian dan instansi terkait. BKSDA juga membuka saluran pengaduan bagi warga yang menemukan aktivitas mencurigakan di sekitar kawasan konservasi.
