
Liputan6.com, Jakarta – Tumbuhan bajakah telah lama menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Dayak. Sejak zaman nenek moyang, tanaman ini telah digunakan sebagai bahan pengobatan tradisional yang diwariskan secara turun-temurun.
Penggunaan bajakah dalam pengobatan tradisional bukanlah hal baru bagi suku Dayak. Mereka telah mengenal dan memanfaatkan khasiatnya jauh sebelum penelitian modern dilakukan. Pengetahuan tentang tumbuhan ini biasanya diturunkan dari generasi ke generasi melalui praktik langsung dan cerita lisan.
Masyarakat Dayak meyakini bahwa bajakah memiliki berbagai khasiat yang bermanfaat bagi kesehatan. Beberapa di antaranya adalah sebagai obat untuk mengatasi berbagai penyakit, meningkatkan daya tahan tubuh, dan menjaga stamina. Cara pengolahannya pun cukup sederhana, biasanya dengan merebus bagian tertentu dari tumbuhan ini kemudian air rebusannya diminum secara teratur.
Keberadaan bajakah sebagai obat tradisional ini menjadi bukti kekayaan pengetahuan lokal yang dimiliki oleh masyarakat adat di Indonesia. Hal ini juga menunjukkan bahwa kearifan lokal dalam bidang kesehatan telah ada sejak lama dan terus dilestarikan hingga saat ini.
Dengan semakin berkembangnya penelitian tentang tumbuhan herbal, diharapkan khasiat bajakah dapat dibuktikan secara ilmiah sehingga dapat dimanfaatkan secara lebih luas untuk kepentingan kesehatan masyarakat.
