
Sebelum ramainya pemberitaan tentang bajakah sebagai tanaman obat kanker, sebenarnya ada jenis tanaman lain yang sudah lebih awal diteliti potensinya. Penelitian terhadap tanaman-tanaman ini telah berlangsung lama dan menunjukkan hasil yang menjanjikan.
Tanaman yang Diteliti Sebelum Bajakah
Beberapa tanaman telah menjadi subjek penelitian ilmiah untuk mengatasi kanker. Misalnya, tanaman sambiloto (Andrographis paniculata) yang dikenal memiliki kandungan andrografolid, senyawa yang diyakini mampu menghambat pertumbuhan sel kanker. Penelitian terhadap sambiloto sudah dilakukan sejak beberapa dekade lalu, bahkan sebelum bajakah populer.
Selain itu, daun sirih merah (Piper crocatum) juga diteliti karena kandungan antioksidannya yang tinggi. Studi laboratorium menunjukkan bahwa ekstrak daun sirih merah dapat menginduksi apoptosis (kematian sel) pada sel kanker payudara dan serviks.
Peran Tanaman Lokal dalam Pengobatan Kanker
Indonesia kaya akan keanekaragaman hayati yang berpotensi sebagai sumber obat-obatan. Tanaman seperti temulawak (Curcuma xanthorrhiza) dan kunyit putih (Curcuma zedoaria) juga telah diteliti secara ekstensif. Kurkuminoid dalam temulawak, misalnya, terbukti memiliki efek anti-inflamasi dan anti-kanker dalam berbagai studi.
Penelitian terhadap tanaman-tanaman ini tidak hanya berfokus pada ekstrak kasar, tetapi juga pada isolasi senyawa aktif. Hal ini penting untuk memastikan efektivitas dan keamanan penggunaannya sebagai terapi komplementer.
Perbandingan dengan Bajakah
Bajakah (Spatholobus littoralis) memang menjadi sorotan setelah seorang anak di Kalimantan dinyatakan sembuh dari kanker setelah mengonsumsinya. Namun, perlu diingat bahwa klaim tersebut masih memerlukan validasi ilmiah lebih lanjut. Berbeda dengan tanaman lain yang telah melalui uji praklinis dan klinis, bajakah masih dalam tahap awal penelitian.
Para ahli mengingatkan bahwa pengobatan kanker tidak bisa hanya mengandalkan satu jenis tanaman saja. Diperlukan pendekatan holistik yang melibatkan diagnosis dini, terapi medis konvensional, dan dukungan nutrisi yang tepat.
Kesimpulan
Meskipun bajakah viral sebagai ‘obat’ kanker, penting untuk tidak melupakan tanaman-tanaman lain yang telah lebih dulu diteliti dan memiliki bukti ilmiah lebih kuat. Penelitian terus dilakukan untuk mengungkap potensi penuh dari kekayaan alam Indonesia dalam melawan kanker.
