
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan masyarakat untuk tidak serta-merta mempercayai klaim manfaat kesehatan dari kayu bajakah. Meskipun tanaman ini kerap disebut-sebut memiliki khasiat luar biasa, termasuk sebagai obat kanker, pihak Kemenkes menekankan pentingnya sikap kritis dan verifikasi ilmiah sebelum mengonsumsi produk herbal tersebut.
Perlunya Bukti Ilmiah yang Kuat
Menurut Kemenkes, berbagai informasi yang beredar mengenai kayu bajakah belum sepenuhnya didukung oleh penelitian klinis yang memadai. Masyarakat diimbau untuk tidak langsung terpengaruh oleh testimoni atau berita yang belum teruji kebenarannya. Konsumsi sembarangan tanpa pengawasan medis justru bisa menimbulkan risiko kesehatan yang tidak diinginkan.
Edukasi dan Kewaspadaan Publik
Kemenkes terus berupaya memberikan edukasi kepada publik agar lebih selektif dalam menerima informasi terkait pengobatan tradisional. Setiap klaim khasiat harus melalui proses penelitian yang ketat dan mendapat persetujuan dari otoritas kesehatan. Dengan demikian, masyarakat dapat terhindar dari penyesatan informasi dan potensi bahaya akibat penggunaan bahan alami yang belum terverifikasi.
Langkah ini diambil sebagai bentuk perlindungan konsumen dan upaya menjaga kesehatan masyarakat secara keseluruhan. Kemenkes juga mendorong para peneliti untuk terus mengkaji potensi kayu bajakah secara ilmiah, sehingga jika memang terbukti bermanfaat, penggunaannya dapat direkomendasikan secara aman.
