
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) memberikan penghargaan istimewa kepada tiga siswa yang berhasil meneliti tanaman bajakah. Penelitian mereka mengungkap potensi besar tumbuhan asal Kalimantan ini dalam bidang kesehatan.
Ketiga siswa tersebut, yang berasal dari Sekolah Menengah Atas di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, mendapatkan pengakuan atas dedikasi dan kerja keras mereka dalam mengeksplorasi khasiat bajakah. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, sebagai bentuk apresiasi terhadap inovasi dan semangat riset yang ditunjukkan para pelajar.
Penelitian yang dilakukan oleh ketiga siswa ini dianggap sangat menjanjikan. Bajakah, yang selama ini dikenal sebagai tanaman obat tradisional oleh masyarakat Dayak, berhasil diuji secara ilmiah oleh mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak bajakah memiliki potensi untuk menghambat pertumbuhan sel kanker.
Penghargaan dari Mendikbud ini diharapkan dapat memotivasi lebih banyak siswa di seluruh Indonesia untuk tertarik pada dunia penelitian dan sains. Selain itu, pengakuan ini juga menjadi momentum untuk terus mengembangkan potensi sumber daya alam lokal, seperti bajakah, guna kemajuan ilmu pengetahuan dan kesejahteraan masyarakat.
Dengan adanya penghargaan ini, para siswa peneliti bajakah tidak hanya mendapatkan pengakuan secara akademis, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk berani bermimpi dan berkontribusi melalui riset dan inovasi.
