
Mahasiswa di Kota Banjarmasin kembali menunjukkan kreativitasnya dengan mengolah kayu bajakah menjadi cairan pembersih tangan atau hand sanitizer. Inisiatif ini lahir dari keinginan untuk memanfaatkan sumber daya alam lokal yang melimpah di Kalimantan Selatan.
Kayu bajakah, yang sebelumnya dikenal sebagai tanaman obat tradisional, diolah melalui proses ekstraksi khusus untuk menghasilkan zat aktif yang mampu membunuh kuman dan bakteri. Tim mahasiswa dari berbagai jurusan bekerja sama merancang metode produksi yang efektif dan aman.
Produk hand sanitizer berbahan dasar kayu bajakah ini diharapkan tidak hanya membantu pencegahan penyebaran penyakit, tetapi juga menjadi solusi ekonomis bagi masyarakat. Dengan memanfaatkan bahan baku yang mudah ditemukan, mahasiswa berhasil menekan biaya produksi tanpa mengorbankan kualitas.
Langkah ini juga mendapat apresiasi dari pihak kampus dan pemerintah setempat. Mereka berharap inovasi serupa terus berkembang, khususnya yang berbasis pada kekayaan alam Indonesia.
