
Keberadaan akar bajakah, tanaman yang dikenal memiliki khasiat kesehatan, kini berada dalam ancaman eksploitasi yang serius. Tanaman ini dijual dengan harga yang sangat murah, yaitu sekitar Rp100 ribu, di berbagai platform belanja online.
Fenomena ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan pegiat lingkungan dan ahli botani. Mereka menilai praktik penjualan tersebut tidak hanya merugikan secara ekonomi, tetapi juga mengancam kelestarian akar bajakah di habitat aslinya.
Menurut laporan dari berbagai sumber, akar bajakah mulai banyak diburu setelah namanya mencuat sebagai salah satu tanaman herbal yang potensial. Namun, tingginya permintaan tanpa diimbangi dengan pengelolaan yang baik justru memicu eksploitasi berlebihan.
Para penjual di lapak online menawarkan akar bajakah dalam bentuk segar maupun kering dengan harga yang terbilang murah. Padahal, proses pengambilan akar ini dari hutan tidaklah mudah dan memerlukan waktu yang lama untuk regenerasi.
Pemerhati lingkungan mengimbau kepada masyarakat dan para penjual untuk lebih bijak dalam memanfaatkan sumber daya alam. Mereka mendorong adanya regulasi yang jelas tentang perdagangan akar bajakah agar tidak punah di masa depan.
Selain itu, edukasi tentang pentingnya konservasi tanaman herbal juga perlu digencarkan. Masyarakat diharapkan tidak hanya tergiur dengan harga murah, tetapi juga peduli terhadap keberlanjutan ekosistem hutan tempat akar bajakah tumbuh.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak berwenang terkait maraknya penjualan akar bajakah secara online. Namun, berbagai pihak berharap langkah konkret dapat segera diambil untuk menyelamatkan tanaman yang bernilai tinggi ini.
