
Dua siswi dari SMAN 2 Palangkaraya, Anggina Rafitri dan Aysa Aurealya Maharani, sukses menemukan potensi obat kanker yang berasal dari kayu bajakah tunggal, tumbuhan khas Kalimantan Tengah. Temuan ini membawa harapan baru dalam dunia kesehatan, khususnya dalam upaya pengobatan penyakit kanker.
Penelitian yang dilakukan oleh kedua siswi tersebut menunjukkan bahwa ekstrak kayu bajakah tunggal memiliki kandungan senyawa aktif yang mampu menghambat pertumbuhan sel kanker. Mereka berhasil mengidentifikasi sifat anti-kanker dari tumbuhan ini melalui serangkaian uji laboratorium yang teliti.
Keberhasilan Anggina dan Aysa ini tidak hanya membanggakan sekolah mereka, tetapi juga menjadi prestasi bagi dunia pendidikan di Indonesia. Temuan ini diharapkan dapat terus dikembangkan untuk menghasilkan obat yang aman dan efektif bagi pasien kanker.
Kayu bajakah tunggal sendiri merupakan tumbuhan yang banyak ditemukan di hutan Kalimantan Tengah. Masyarakat setempat telah lama menggunakan tumbuhan ini sebagai obat tradisional untuk berbagai penyakit. Kini, penelitian modern mulai mengungkap potensi ilmiah di balik khasiat alaminya.
