
Tiga peneliti muda baru-baru ini berhasil mengungkap potensi besar dari akar Bajakah sebagai alternatif pengobatan kanker. Temuan ini menjadi sorotan publik karena menjanjikan solusi baru yang lebih alami dalam melawan penyakit mematikan tersebut.
Penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan muda ini menunjukkan bahwa ekstrak akar Bajakah mengandung senyawa aktif yang mampu menghambat pertumbuhan sel kanker. Hal ini membuka harapan baru bagi pengembangan terapi kanker yang lebih terjangkau dan mudah diakses, terutama bagi masyarakat Indonesia.
Akar Bajakah, yang dikenal sebagai tanaman herbal khas Kalimantan, selama ini telah digunakan secara tradisional oleh masyarakat setempat. Namun, baru kini khasiatnya dikaji secara ilmiah dan diuji di laboratorium.
