
Belakangan ini, ramuan herbal dari akar bajakah menjadi perbincangan hangat karena diklaim mampu menyembuhkan kanker. Namun, popularitas yang melonjak tajam justru mendorong pihak berwenang untuk mulai membatasi peredaran dan penggunaannya.
Akar bajakah, yang berasal dari hutan Kalimantan, memang telah lama digunakan secara tradisional oleh masyarakat setempat sebagai obat alami. Namun, klaim viral tentang khasiatnya sebagai obat kanker memicu kekhawatiran akan penyalahgunaan dan dampak negatif jika tidak dikelola dengan baik.
Pemerintah melalui instansi terkait kini mulai mengambil langkah untuk mengatur penggunaan akar herbal ini. Langkah ini diambil untuk memastikan keamanan dan efektivitasnya, serta mencegah potensi risiko yang mungkin timbul akibat konsumsi yang tidak tepat.
Meskipun penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk membuktikan klaim tersebut, popularitas bajakah terus meningkat. Masyarakat diimbau untuk tetap berhati-hati dan tidak serta-merta menggantikan pengobatan medis konvensional dengan ramuan herbal ini tanpa pengawasan tenaga kesehatan profesional.
